Radio Dakwah

Radio yang berperan dalam dakwah.

Asal-Usul Jathilan

Sejarah Jathilan di Indonesia

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 11 November 2013

Merombak Tampilan Windows 7 Menjadi Arabic


      Ini berawal dari keinginan saya untuk merubah tampilan akun facebook saya menjadi tampilan arabic. Kok enak + ketagihan ya? akhirnya terbesitlah keinginan saya untuk merombak Windows 7 saya menjadi tampilan full arabic. Mmm...akhirnya bisa juga.

    Kali ini saya akann berbagi tips atau cara kepada teman-teman semuanya, bagaimana sih cara merombak tampilan Windows 7 kita menjadi arabic. Secara default kan pakai bahasa inggris. gimana itu caranya? Ikuti langkah-langkah berikut.
    1. Download Windows MUI Language Pack Arabic
    2. Setelah selesai terdownload, segera lakukan instalasi. Instalasi menghabiskan waktu agak lama sih. :)
    3. Setelah proses instalasi selesai, masuk di Contol Panel. Contol Panel -> Region and language.
    4. Pilih tab Keyboard and Language.
    5. Pilih pada Combobox Choose a Display language dengan pilihan Arabic
    6. Lakukan Restart / Logoff komputer atau laptop teman-teman.
    Alhamdulillah, kini tampilan Windows 7 milik teman-teman menjadi full arabic. Terus bagaimana cara kita mengembalikan seperti semula? jawabannya adalah: sama dengan proses instalasi tadi, masuk di Control Panel -> Region and Language. 
    Selamat mencoba teman-teman!



    Sumber:
    saifuddinzuhrie.blogspot.com/2012/11/merombak-tampilan-windows-7-menjadi.html

Menampilkan Jadwal Waktu Sholat di Blog Kita



Oleh : Saifuddin Zuhrie

Membuat blog kita lebih terkesan wah adalah ketika blog kita senang di kunjungi. Dengan tulisan yang menarik dengan di dukung oleh tampilan yang lumayan bagus, pengen hati kiranya utk bisa memiliki blog pribadi seperti itu.
Teman-teman semuanya, saat ini saya mau berbagi trik untuk memasang widget jadwal sholat 5 waktu di blog kita, wah bagaimana caranya itu? sebagian dari kita yang tidak tahu caranya, mungkin sangat ribet bin pusing n gak tahu gimana caranya itu. Hmm...! sudah mulai saatnya teman-teman membuang jauh-jauh mind set TIDAK BISA, segera ubah jadi PASTI BISA. Jadi ingat di film Negeri 5 Menara dengan slogan Man Jadda Wajada - barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan. (Wah saya kok malah ceramah. hehe). Oke lanjut, bagaimana caranya memasang widget Jadwal Waktu Sholat di blog kita. Berikut langkah-langkahnya.
1. Login akun blogger milik teman-teman semuanya.
2. Buka Tata Letak / Layout
3. Tambahkan Javascript / HTML di bagian mana teman-teman menaruh widget jadwal waktu sholat.
4. Tambahkan kode ini
<center>
<iframe src="http://www.republika.co.id/jadwalsholat/" scrolling="no" width="170" height="250" frameborder="no" framespacing="1">
</iframe>
</center>
5. tekan Save

Alhamdulillah, blog milik teman-teman semuanya sudah terpasang widget Jadwal Waktu Sholat. Oh ya, sebenarnya widget jadwal sholat tersebut merupakan layanan dari Republika online. Wallahu 'alam bi showab, semoga bermanfaat utk teman-teman semuanya. (zuhrie)

Sumber:
saifuddinzuhrie.blogspot.com/2012/12/menampilkan-jadwal-waktu-sholat-di-blog.html

Optimalisasi Google Drive Untuk Keberlangsungan Menejemen IPM



Google Drive merupakan salah satu dari segian banyak inovasi dari Google inc dibidang industri teknologi informasi. Dengan Google Drive, user bisa menyimpan segala dokumen secara cloud kapanpun dan dimanapunpun juga  kita bisa membagikan (sharing) dokumen tersebut kepada teman-teman kita maupun relasi kita.
Fitur-fitur Google Drive
  • Buat dan kolaborasi: Dengan fitur ini kita dapat dengan mudah membuat berbagai jenis dokumen mulai dari spreedsheet, word processing, powerpoint dll. selain itu kita juga bisa mengkolaborasi dokumen dengan teman-teman kita.
  • Kapastitas yang besar: Google Drive menyediakan 5 Gigabyte untuk menyimpan dokumen-dokumen kita.
  • Memulai diskusi : Kita bisa membuat dan membalas komentar untuk mendapatkan masukan dan jadikan file lebih kolaboratif.
  • Kembali tepat pada waktunya : Google Drive melacak setiap perubahan yang kita buat—sehingga saat kita menekan tombol simpan, revisi yang baru akan disimpan. Kita dapat melihat kembali versi dokumen paling lama 30 hari yang lalu secara otomatis atau memilih revisi untuk disimpan selamanya.
  • Berbagi dan Suka : Kita dapat berbagi file atau folder dengan siapa pun dan memilih apakah mereka dapat melihat, mengedit, atau mengomentari dokumen Anda.    
  • Lihat apa saja: Kita bisa membuka lebih dari 30 jenis file langsung di browser, termasuk video HD, Adobe Illustrator, dan Photoshop—bahkan jika programnya belum terpasang di komputer.
  • Penelusuran yang canggih : Google Drive membantu kita mendapatkan file lebih cepat. Telusuri konten menurut kata kunci dan filter menurut jenis file, pemilik, dan lain-lain. Google Drive bahkan dapat mengenali objek dalam gambar dan teks pada pindaian dokumen.
  • Dekstop Aplication : Google drive juga di lengkapi dengan aplikasi dektop yang bisa kita unduh dan install di perangkat  kita baik itu komputer dekstop, laptop, smartphone maupun tablet kita.  Untuk mengunduh aplikasinya klik disini : Download
Optimalisasi Fungsi.
Dari berbagai fitur-fitur yang di sediakan Google tadi, kenapa tidak kita gunakan untuk keberlangsungan administrasi IPM? saya terus terang sudah menggunakan layanan google drive ini sudah lama, saya menyimpan dokumen-dokumen penting IPM disini mulai dari SK, Tanfidz, File powerpoint dll.
Pun juga kita dapat kita gunakan untuk rapat online IPM, melakukan kolaborasi sunting-edit dokumen, makalah, proposal kegiatan IPM dll menggunakan layanan Google Drive berbasis cloud ini.
Beberapa jenis file yang compatible dengan Google Drive :
  • Word Document
  • Powerpoint Document
  • SpreedSheet Document
  • Pdf Document
  • Image Document
  • Script Document
  • dll

Selain itu teman-teman nanti akan di manjakan dengan aplikasi google drive yang berbasis client. Untuk menggunakan fitur ini teman-teman diharuskan untuk mengunduh aplikasinya, ketika sudah terinstall cukup teman-teman copy dokumen dan paste di folder Google Driveyang ada di Windows Explorer, dan secara otomatis aplikasi tersebut melakukan sinkronisasi dengan server yang ada di Google Drive. Teman-teman tertarik menggunakan untuk keberlangsungan sistem administrasi Ikatan? Nuun walqolami wamayasturun. (zuhri)

Sumber tulisan:
saifuddinzuhrie.blogspot.com/2013/01/optimalisasi-google-drive-untuk.html

Bersama IPM

Cipt : Yayank Suwandi
Menyambung perjuangan Rosulullah
Bersama IPM yang tercinta
Mengawali langkah dakwah kita
Bersatu menuju cita-cita

Bersama IPM, bersama IPM
Kita awali langkah dakwah
Terus perjuangkan untuk menciptakan
Kader yang islami, Muhammadiyah
Berjuang IPM berjuang IPM
Kita melangkah bersama
Untuk menciptakan masyarakat Islam
Yang sebenar-benarnya

Jadikan dengan berIPM
Sebagai ladang dakwah
Lakukan semua yang terbaik
Dengan ikhlas dan sabar.

Nasyiatul Aisyiyah, Pelita Penerang dalam Gelap Gulita


Padamu Nasyiah, Bangsa ini brharap
Menjadi Pelita, Penerang Gelap Gulita
Padamu Nasyiah, Umat rindu menanti
Peran dan kiprahmu, Jadi pandu ibu pertiwi.

Majulah engkau di depan, Pemimpin puteri teladan.
Jangan kau ragu berjuang, Untuk kejayaan ummat.

Mantapkan gerak aksimu, Berjuang untu rakyatmu
Menjadikan Indonesia Jaya Makmur sentosa

Reff
Padamu Nasyiah, Bangsa ini brharap
Menjadi Pelita, Penerang Gelap Gulita
Padamu Nasyiah, Umat rindu menanti
Peran dan kiprahmu, Jadi pandu ibu pertiwi.

Majulah engkau di depan, Pemimpin puteri teladan.
Jangan kau ragu berjuang, Untuk kejayaan ummat.
Mantapkan gerak aksimu, Berjuang untu rakyatmu
Menjadikan Indonesia Jaya Makmur sentosa

Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah Pejuang Syari'at Islam



Ki Bagus Hadikusumo adalah sosok penting bagi Indonesia dan bagi Muhammadiyah. Pahlawan perintis Kemerdekaan Nasional Indonesia ini dilahirkan di kampung Kauman Yogyakarta dengan nama R. Hidayat pada 11 Rabi’ul Akhir 1038 Hijriyah. Beliau adalah putra ketiga dari lima bersaudara Raden Haji Lurah Hasyim, seorang abdi dalem putihan agama Islam di Kraton Yogyakarta. Seperti umumnya keluarga santri, Ki Bagus mulai memperoleh pendidikan agama dari orang tuanya dan beberapa Kiai di Kauman. Setelah tamat dari ‘Sekolah Ongko Loro’ (tiga tahun tingkat sekolah dasar), Ki Bagus belajar di Pesantren Wonokromo, Yogyakarta. Di Pesantren ini ia banyak mengkaji kitab-kitab fiqih dan tasawuf.
Pada usia 20 tahun Ki Bagus menikah dengan Siti Fatmah (putri Raden Haji Suhud) dan memperoleh enam anak. Salah seorang di antaranya ialah Djarnawi Hadikusumo, yang kemudian menjadi tokoh Muhammadiyah dan pernah menjadi orang nomor satu di Parmusi. Setelah Fatmah meninggal, ia menikah lagi dengan seorang wanita pengusaha dari Yogyakarta bernama Mursilah. Pernikahan ini dikaruniai tiga orang anak. Ki Bagus kemudian menikah lagi dengan Siti Fatimah (juga seorang pengusaha) setelah istri keduanya meninggal. Dari istri ketiga ini ia memperoleh lima anak.
Sekolahnya tidak lebih dari sekolah rakyat (sekarang SD) ditambah mengaji dan besar di pesantren. Namun, berkat kerajinan dan ketekunan mempelajari kitab-kitab terkenal akhirnya ia menjadi orang alim, mubaligh dan pemimpin ummat.

Ulama Produktif dan Berani
Ki Bagus pernah menjadi Ketua Majelis Tabligh (1922), Ketua Majelis Tarjih, anggota Komisi MPMHoofdbestuur Muhammadiyah (1926), dan Ketua PP Muham madiyah (1942-1953). Pokok-pokok pikiran Ahmad Dahlan berhasil ia rumuskan sedemikian rupa sehingga dapat menjiwai dan mengarahkan gerak langkah serta perjuangan Muhammadiyah. Bahkan, pokok-pokok pikiran itu menjadi Muqadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah. Muqaddimah yang merupakan dasar ideologi Muhammadiyah ini menginspirasi sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya. HAMKA, misalnya, mendapatkan inspirasi dari muqaddimah tersebut untuk merumuskan dua landasan idiil Muhammadiyah, yaitu Matan Kepribadian Muhammadiyah dan Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah.
Ki Bagus juga sangat produktif dalam menuliskan buah pikirannya. Buku karyanya antara lain Islam sebagai Dasar Negara dan Achlaq Pemimpin. Karya-karyanya yang lain yaitu Risalah Katresnan Djati (1935), Poestaka Hadi (1936), Poestaka Islam (1940), Poestaka Ichsan (1941), dan Poestaka Iman (1954). Dari buku-buku karyanya tersebut tercer min komitmennya terhadap etika dan bahkan juga syariat Islam. Dari komitmen tersebut, Ki Bagus termasuk seorang tokoh yang memiliki kecenderungan kuat untuk pelembagaan Islam.
Munculnya Ki Bagus Hadikusumo sebagai Ketua PB Muhammadiyah adalah pada saat terjadi pergo lakan politik internasional, yaitu pecahnya perang dunia II. Kendati Ki Bagus Hadikusuma menyatakan ketidaksediaannya sebagai Wakil Ketua PB Muham madiyah ketika diminta oleh KH Mas Mansur pada Kongres ke-26 tahun 1937 di Yogyakarta, ia tetap tidak bisa mengelak memenuhi panggilan tugas untuk menjadi Ketua PB Muhammadiyah ketika KH Mas Mansur dipaksa menjadi anggota pengurus Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) di Jakarta pada tahun 1942. Apalagi dalam situasi di bawah penjajahan Jepang, Muhammadiyah memerlukan tokoh kuat dan patriotik.
Pada masa pendudukan Jepang, Ki Bagus menentang “Sei Kerei” yang diwajibkan bagi sekolah-sekolah setiap pagi hari. Beliau berani menentang perintah pimpinan tentara Dai Nippon yang terkenal ganas dan kejam, untuk memerintahkan umat Islam dan warga Muhammadiyah melakukan upacara kebaktian tiap pagi sebagai penghormatan kepada Dewa Matahari. Ia merasa terpanggil untuk menyelamatkan generasi muda dari kesyirikan, maksudnya upacara tersebut jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Setelah melalui debat yang sangat seru, menegangkan dan beresiko tinggi dengan pihak Jepang, akhirnya pemerintah Jepang memberi dispensasi khusus bagi sekolah Muhammadiyah untuk tidak melakukan upacara tersebut.
Islamisasi Dasar Negara
Semasa menjadi pemimpin Muhammadiyah, Ki Bagus termasuk dalam anggota BPUPKI dan PPKI. Peran beliau sangat besar dalam perumusan Muqadimah UUD 1945 dengan memberikan landasan ketuhanan, kemanusiaan, keberadaban, dan keadilan. Pokok-pokok pikirannya dengan memberikan landasan-landasan itu dalam Muqaddimah UUD 1945 itu disetujui oleh semua anggota PPKI.
Ki Bagus Hadikusumo adalah salah satu tokoh yang cukup lantang meneriakkan syariah Islam. Beliau bahkan memberikan antitesis atas ‘Lima Prinsip Dasar’ yang kemudian dikenal dengan Pancasila yang diajukan oleh Sukarno-M. Yamin, dengan mengajukan pendapat bahwa ‘Islam Sebagai Dasar Negara.’ Bahkan, Ki Bagus lebih tegas lagi meminta kata-kata bagi pemeluk-pemeluknya ditiadakan, sehingga berbunyi: dengan kewajiban menjalankan syariat Islam.
Ki Bagus Hadikusumo sebagai tokoh vokal yang mewakili golongan Islam dalam sidang BPUPKI pada 31 Mei 1945 mengeluarkan pernyataan yang intinya “membangun negara di atas ajaran Islam”. Gagasannya tersebut didasarkan pada alasan sosio-historis dan pemahaman terhadap ajaran Islam. Menurut Ki Bagus, agama Islam paling tidak sudah enam abad menjadi agama bangsa Indonesia. Adat istiadat dan hukum Islam sudah berlaku lama di Indonesia.
Pada sidang pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 Ki Bagus Hadikusumo yang mengusulkan dihapuskannya kata-kata dalam kalimat Ketuhanan, yaitu   bagi pemeluk-pemeluknya. Pada awalnya Ki Bagus Hadikusumo hanya mengomentari soal redaksi dan kemudian mengemukakan alasan lain, bahwasanya itu merupakan perundang-undangan ganda, yaitu untuk kaum muslim dan satu untuk umat lain, hal ini tidak dapat diterima. Sehingga redaksi Sila Pertama usulan Ki Bagus berbunyi “Ketuhanan dengan menjalankan Syariat Islam.” Artinya, dalam pandangan Ki Bagus, syariah Islam harus berlaku secara umum di Indonesia.
Dari sini terjadilah perdebatan sengit di antara ke dua kubu. Saking sengit dan tegangnya pertemuan itu, sampai-sampai Soekarno memilih tak melibatkan diri dalam lobi tersebut. Soekarno terkesan menghindar dan canggung dengan kegigihan Ki Bagus Hadikusumo, Ketua Umum Muhammadiyah ketika itu, dalam mempertahankan seluruh kesepakatan Piagam Jakarta. Soekarno kemudian hanya mengirim seorang utusan untuk turut dalam lobi yang bernama Teuku Muhammad Hassan.
Bahkan dalam pembahasan UUD terutama Pasal 28 Bab X tentang agama, yang berbunyi, “(1) Negara berdasar Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya; (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama dan untuk beribadat menurut agamanya masing-masing,” terjadilah perdebatan yang cukup sengit. Ki Bagus Hadikusumo berulang-ulang meminta kepada pimpinan rapat untuk menjelaskan arti anak kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” secara pasti. Agar tidak terjadi salah tafsir.
Soekarno yang saat itu menjadi ketua Panitia Sembilan dan anggota  BPUPKI menanggapi bahwasanya hal itu sudah merupakan keputusan mutlak dari hasil kompromi dari kedua belah pihak, yaitu golongan Nasionalis Sekuler dan Islam. Setelah diskusi yang panjang mengenai batang tubuh Undang-undang Dasar, Ki Bagus Hadikusumo untuk ketiga kalinya minta penjelasan mengenai anak kalimat “bagi pemeluk-pemeluknya”. Akan tetapi, ketua menjelaskan bahwa masalah ini sudah dibahas panjang lebar pada hari sebelumnya. Sekali lagi, ia menyatakan ketidaksetujuannya dan tetap pada pendiriannya, yaitu dihapuskannya kata bagi pemeluk-pemeluknya dalam anak kalimat sila “Ketuhanan dengan menjalankan Syariat Islam.”
***
Betapa gigihnya dan teguhnya Ki Bagus dalam memperjuangkan Syariat Islam agar menjadi dasar negara. Bagi Ki Bagus, pelembagaan Islam menjadi sangat penting untuk alasan-alasan ideologi, politis, dan juga intelektual.
Pada masa Pemerintahan Kolonial, Ki Bagus dan beberapa ulama lainnya juga pernah terlibat dalam sebuah kepanitiaan yang bertugas memperbaiki peradilan agama (priesterraden commisse). Hasil penting sidang-sidang komisi ini ialah kesepakatan untuk memberlakukan hukum Islam. Akan tetapi, Ki Bagus dikecewakan oleh sikap politik pemerintah kolonial yang didukung oleh para ahli hukum adat yang membatalkan seluruh keputusan penting tentang diberlakukannya hukum Islam untuk kemudian diganti dengan hukum adat melalui penetapan Ordonansi 1931. Kekecewaannya itu ia ungkap kembali saat menyampaikan pidato di depan Sidang BPUPKI.
Ki Bagus Hadikusumo wafat pada usia 64 tahun. Beliau wafat meninggalkan sebuah teladan dan landasan perjuangan. Tugas kita adalah melanjutkan apa yang sudah beliau bangun. Mewujudkan Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya: Masyarakat Indonesia yang bersyariat Islam! [sumber: majalah tabligh online)